Makna Lambang dan Logo Unversitas Tanjungpura

Pembuatan Lambang Untan serta arti makna yang terkandung dalam lambang tersebut diadakan pada tahun 1960 dengan cara disayembarakan melalui surat kabar yang ada di Pontianak waktu itu. Lambang dibuat berdasarkan hasil penggabungan antara kreasi hasil sayembara dengan ide panitia. Hasil karya yang dijadikan ide utama dalam pembuatan lambang tersebut adalah ciptaan E. Soetandy Ardiamidjaja , mahasiswa Fakultas Tata Niaga Universitas Daja Nasional yang dibuat tanggal 10 Mei 1960.



Menurut keterangan Bapak Ismail Hamzah, salah seorang pendiri Untan, Lambang serta maknanya tersebut disahkan dalam suatu Sidang Pleno Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong Propinsi Kalimantan Barat pada tahun 1961.

Komponen Lambang Untan terdiri dari sebuah Obor menyala dengan sepasang Mandau, sepasang Sayap yang masing-masing terbelah lima serta Pita Merah Putih, dalam suatu bingkai ber-bentuk segi lima (lihat gambar) dengan uraian berikut :

1. Gambar-gambar yang dijadikan lambang mengandung pengertian:


  • Obor yang bertingkat tiga berwarna merah, bermakna sivitas akademika Untan memiliki semangat yang menyala-nyala/berkobar-kobar dan tak kunjung padam dalam mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi.
  • Mandau melambangkan Untan sebagai lembaga pendidikan yang bersifat nasional berada di daerah atau pulau Kalimantan , khususnya di Propinsi Kalimantan Barat, yang dalam pengembangannya harus selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungannya.
  • Sayap berwarna kuning bermakna Untan berkewajiban mengantarkan rakyat menuju kejayaan sebagai bagian bangsa yang terdidik, maju dan modern berlandaskan pada pandangan hidup Pancasila, yang tergambar pada setiap sayap yang memiliki lima helai bulu. Sayap yang berbulu lima itu menggambarkan semangat dan dinamika Untan yang memanivestasikan sepak terjang, sikap dan cara berfikir yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur pancasila.
  • Pita Merah Putih bermakna mewujudkan cita-cita dan tujuan Untan sebagai perguruan tinggi yang bersifat nasional, selalu mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan kata lain, manifestasi dari gerak perjuangannya didasarkan pada keberanian dan kebenaran, kesucian demi mewujudkan kejayaan bangsa dan negara Republik Indonesia.
  • Segi Lima berarti Untan merupakan lembaga pendidikan yang berlandaskan pada dasar negara Pancasila.

2. Jika lambang ditempatkan pada bendera, vandel atau pataka, maka dipergunakan dasar berwarna hitam, yang berarti Untan berkewajiban menerangi rakyat yang berada dalam kegelapan melalui pendidikan, karena pada saat didirikan pada tahun 1959 rakyat di daerah tempat lembaga pendidikan tinggi didirikan, relatif masih tertinggal dari daerah-daerah lain di Indonesia. Untan berkewajiban ikut mengejar ketertinggalan daerah di segala bidang terutama dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang diajarkan di lingkungan Untan.

Related Posts:

Logo dan Sejarah Universitas Muhammadiyah Jakarta

Sejarah Universitas Muhammadiyah Jakarta

Salah satu Keputusan Konferensi Majelis Pengajaran Muhamamdiyah yang diadakan di Pekalongan adalah mendirikan Fakultas Hukum dan Falsafah di Padang Panjang, yang secara resmidibuka pada tanggal 3 Rabi’ulakhir 1375 H, bertepatan dengan tanggal 18 Nopember 1955.


Namun disebabkan berbagai hal dan berdasarkan Keputusan Konferensi Majelis Pengajaran di Jakarta pada tahun 1956, maka Fakultas Hukum dan Falsafah di Padang Panjang dipindahkan ke Jakarta, dengan nama baru Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG),yang kembali diresmikan pada tanggal 8 Nopember 1957.

Panitia peresmian diketuai oleh Bapak Prof. H. Arso Sosroatmodjo, SH,sedangkan pimpinan dipercayakan kepada Bapak Prof. Dr. SugardaPurbakawatja.

Untuk pertama kali PTPG membuka Jurusan Ilmu Mendidik,kurikulum yang berorientasi pada PTPG Negeri, kemudian pada tahun 1958 PTPG Muhammadiyah berubah nama menjadi FKIP, dan beradadi bawah lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta, dengan Presiden Universitas yang pertama dipercayakan kepada dr. H. AliAkbar.

Sebagai Dekan FKIP ditunjuk R.H. Mubangid Ronodihardjo. Selanjutnya FKIP ini berkembang dengan membuka jurusan-jurusan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, masing-masing diketuai/dipimpin oleh GB. Parsaribu dan Abbas Sutan Pamuncak Nan Sati.

Kemudian sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan tinggidi Indonesia maka pada tahun 1965, FKIP berubah nama dan berdiri sendiri menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan MuhammadiyahJakarta (IKIP-MJ).

Sejarah Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Perkembangan

Pembukaan Fakultas Kesejahteraan Sosial (FKS) tanggal 21 September 1961 diprakarsai oleh Bapak R.H. Mulyadi Djojomartono yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia, merupakan cikal bakal didirikannya Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan.
Dekan pertamanya dipercayakan kepada Prof. Mr. H. Sumantri Praptokusumo, yang pada waktu itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Sosial RI.

Pada tanggal 19 Juni 1963 Universitas Muhamamdiyah Jakarta dikukuhkan pendiriannya dengan Akte Notaris Raden SoerojoWongsowidjojo, S.H di Jakarta dengan Nomor 71. 
Perkembangan selanjutnya adalah didirikan tiga Fakultas lain yaitu; Fakultas Hukum dengan Dekan H.M.S. Mintardja, SH yang kemudian digantikan oleh Ushuluddin Hutagalung, SH., dan Fakultas Ekonomi dengan Dekan Mr. Soeroto Kartosoedarmo serta Fakultas Teknik dengan Dekan Ir. Slamet Izzan.

Related Posts:

ARTI Lambang dan LOGO Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT)

ARTI LAMBANG Universitas Sam Ratulangi 

  1. Bentuk dan wajah bilangannya berwarna kelabu menjadi dasar bagi lukisan ciri khas serta nama lambang yang tertera diatasnya.
  2. Nama yang melingkari lukisan (sebagai fokus) berwarna biru dan berada di antara dua lembaga berwarna lila. Keseluruhannya mempunyai hubungan timbal balik dengan dasar dan isi lukisan serta menggambarkan struktur yang hidup dan dinamis, utuh, bulat dan lengkap.
  3. Lukisan di tengah berupa kelapa berwarna lila dan merah tersusun dalam satu bulatan yang utuh merupakan satu ciri khas, bermakna proses pertumbuhan dan perkembangan.

Related Posts: